Studi yang dilakukan oleh Yahoo dan TNS di delapan pusat kota mencatat sebuah fenomena menarik. Tercatat jumlah pengakses internet dari telepon genggam melonjak dari 22% (2009) menjadi 48% (2010). Proyeksi industri pun menunjukkan perkiraan bahwa pengguna internet di Indonesia (sebesar 25,4 juta orang) berpotensi sebagai salah satu pasar internet yang berkembang pesat.Koprol, media sosial berbasis lokasi buatan Indonesia, inilah yang kiranya menjadi ujung tombak kampanye Yahoo dalam menjaring lebih banyak lagi pengguna. Semenjak akuisisi Yahoo terhadap Koprol bulan Mei lalu, diakui Satya Witoelar (pendiri Koprol), jumlah pengguna Koprol semakin meningkat tajam. Jadi, simbol Pintu Ungu Yahoo tersebut diibaratkan seperti 'pintu ajaib' yang akan mengantar pengguna Koprol dapat bertemu di suatu tempat yang sama.
Apalagi belum lama ini, Koprol juga menelurkan aplikasi berbahasa Java bagi pengguna BlackBerry. Selain itu, saat ini smartphone sudah dibanderol dengan harga terjangkau. Meskipun di satu sisi, kehadiran smartphone justru menjadi petaka bagi warung internet (warnet) tanah air yang secara bertahap mulai kehilangan posisinya.
Pada acara jumpa pers yang berlangsung pertengahan Agustus lalu, Satya juga berujar bahwa kampanye Pintu Ungu Yahoo akan dirilis dalam bentuk iklan nasional. Kampanye yang ditargetkan bagi user 'new to net' ini akan bercerita seru dengan gaya khas Indonesia tentang bagaimana internet membuka pintu ke dunia.